Bukan cuma pisau atau pedang yang bisa nusuk. Hanya beberapa kalimat saja bisa nusuk. Tusukannya lebih dalam dari tusukan sajam manapun. Lebih sakit! Nyesek senyesek-nyeseknya. Mungkin ini akhir dari segalanya. Akhir dari penantian. Akhir dari sebuah kisah. “Cukup” adalah satu-satunya kata yang pantas melintas dipikiran.
Nggak akan untuk kedua kalinya terpaku di satu posisi. Terpaku diharapan kosong. Terdiam disaat yang lain berlari. Butuh sesuatu untuk memicuku agar dapat mengejar mereka. Agar dapat mengejar segalanya yang sudah semestinya menjadi hakku.
Masa lalu ya masa lalu! Masa lalu sudah seharusnya di albumkan dan dihiasi bingkai-bingkai bertabur emas. Tidak akan pernah menelantarkan kenangan-kenangan yang pernah mengisi hari-hariku. Karena bagiku masa lalu adalah jembatan menuju masa depan. Makasih untuk semua pihak yang berkenan mengisi kanvas ini yang dulu nya putih tak bernoda menjadi KANVAS PENUH WARNA
